Plastik Konvensional dan Kenaikan Permukaan Laut: Ancaman Terhadap Pesisir Dunia

Plastik konvensional, sebuah inovasi material modern yang pada awalnya dianggap sebagai tonggak kemajuan teknologi, kini menjadi salah satu masalah lingkungan paling mendesak yang dihadapi manusia. Sejak dipopulerkan pada pertengahan abad ke-20, produksi dan penggunaan plastik telah meledak. Yang kemudian membentuk inti dari berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari kemasan makanan hingga alat keseharian.

Namun, di balik kenyamanan dan daya tahan plastik ini, terdapat konsekuensi yang semakin memprihatinkan bagi ekosistem pesisir dan kelautan global. Kita hidup dalam era di mana lautan dan pesisir memiliki peran kunci dalam menjaga keseimbangan ekologis planet ini. Namun, penggunaan plastik konvensional yang berlebihan telah menyebabkan bencana lingkungan yang merusak di wilayah-wilayah ini.

Dalam ulasan ini kami akan membahas secara mendalam hubungan kompleks antara plastik konvensional dan kenaikan permukaan laut yang semakin mengkhawatirkan. Kalian penasaran? Kalau begitu, mari ikuti dan simak ulasan kami di bawah ini hingga tuntas untuk mendapatkan informasinya.

Pencemaran Laut oleh Mikroplastik

Pic. Freepik

Plastik konvensional yang mencemari lautan terurai menjadi fragmen kecil yang disebut mikroplastik. Ukurannya sangat kecil, seringkali tidak terlihat oleh mata manusia tetapi dampaknya sangat besar. Mikroplastik menyebar luas di seluruh lautan, mengancam kehidupan makhluk laut dan mempengaruhi rantai makanan di dalamnya.

Mikroplastik dapat dimakan oleh organisme laut yang lebih kecil, yang kemudian dimangsa oleh yang lebih besar, hingga akhirnya mencapai manusia melalui konsumsi ikan. Selain itu, mikroplastik dapat mengikat senyawa kimia berbahaya, yang pada gilirannya dapat meracuni makhluk laut dan merusak ekosistem laut secara keseluruhan. Akumulasi mikroplastik ini di lautan bukan hanya menjadi ancaman terhadap keseimbangan ekologi laut.

Akan tetapi juga berkontribusi pada kenaikan permukaan laut, karena mikroplastik yang menumpuk dapat mempengaruhi sifat fisik air laut dan menahan panas matahari. Yang menyebabkan pemanasan tambahan dan akhirnya kenaikan permukaan laut yang semakin mengkhawatirkan.

Pembuangan Limbah Plastik di Pesisir

Pic. Mongabay

Limbah plastik yang tidak terkelola dengan baik seringkali berakhir di pantai dan wilayah pesisir, menciptakan masalah serius. Selain menjadi pemandangan yang tidak sedap, limbah plastik ini dapat mengganggu ekosistem pesisir dengan cara yang beragam. Plastik yang menumpuk di garis pantai dapat menghambat drainase alami, sehingga meningkatkan risiko banjir.

Selain itu, limbah plastik yang mengendap di ekosistem pesisir dapat merusak tanaman air dan mangrove yang berfungsi sebagai penahan alami terhadap erosi pantai. Dengan menghancurkan ekosistem ini, pembuangan limbah plastik tidak hanya mengancam flora dan fauna pesisir. Akan tetapi juga membuat pesisir lebih rentan terhadap kenaikan permukaan laut.

Penggunaan Energi Fosil dalam Produksi Plastik

Pic. Solar Industri

Proses produksi plastik konvensional memerlukan sejumlah besar energi fosil, seperti minyak bumi dan gas alam. Pengambilan sumber daya ini berkontribusi pada emisi gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim. Perubahan iklim, yang termasuk dalam dampaknya adalah peningkatan suhu global, menyebabkan pelelehan gletser dan es kutub, yang pada gilirannya meningkatkan volume air laut.

Kenaikan permukaan laut yang diinduksi oleh perubahan iklim adalah ancaman serius bagi pesisir di seluruh dunia. Oleh karena itu, hubungan antara penggunaan energi fosil dalam produksi plastik dan kenaikan permukaan laut adalah lebih kompleks daripada yang mungkin terlihat pada pandangan pertama. Upaya untuk mengurangi penggunaan plastik konvensional dan bergeser ke bahan ramah lingkungan adalah langkah yang perlu dilakukan.

Yang mana untuk memitigasi ancaman kenaikan permukaan laut yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

Penurunan Ketahanan Pesisir

Pic. LCDI

Pencemaran plastik yang tidak terkendali di daerah pesisir bukan hanya mengganggu keindahan alam, tetapi juga berdampak serius pada infrastruktur dan ketahanan komunitas pesisir. Limbah plastik yang menumpuk di pesisir dapat menghalangi aliran air sungai dan selokan, meningkatkan risiko banjir. Dan juga merusak sistem penahan gelombang alami seperti terumbu karang dan hutan mangrove.

Semua ini membuat pesisir lebih rentan terhadap erosi pantai yang disebabkan oleh kenaikan permukaan laut. Dalam hal ini, plastik konvensional yang terbuang sembarangan mengancam tidak hanya ekosistem pesisir. Akan tetapi juga sumber daya dan infrastruktur yang sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah pesisir.

Pengaruh Terhadap Habitat Laut

Pic. Freepik

Plastik yang mencemari lautan dan terperangkap di dalam ekosistem laut mengganggu habitat alami makhluk laut dan ekosistem bawah laut secara keseluruhan. Plastik yang terdampar di terumbu karang. Misalnya, dapat merusak struktur karang dan menjadi tempat berkembang biak bagi organisme invasif yang merugikan ekosistem karang itu sendiri.

Makhluk laut seperti penyu, ikan, dan burung laut sering kali memakan plastik yang mereka salah pahami sebagai makanan. Yang mana pada akhirnya dapat menyebabkan cedera atau kematian mereka. Pengaruh negatif ini pada habitat laut merusak keberlanjutan ekosistem dan berkontribusi pada kerusakan lebih lanjut.

Termasuk meningkatnya resiko erosi pantai dan kerentanan pesisir terhadap kenaikan permukaan laut yang terus meningkat.