Plastik dan Perubahan Iklim: Keterkaitan yang Perlu Diperhatikan

Plastik dan perubahan iklim adalah dua masalah global yang tampaknya memiliki sedikit hubungan satu sama lain pada pandangan pertama. Namun, semakin dalam kita menggali semakin jelas terungkap bahwa keterkaitan antara plastik dan perubahan iklim adalah suatu tantangan yang sangat relevan dan harus diperhatikan dengan serius. Plastik, sebagai bahan yang revolusioner dalam sejarah manusia, telah mempermudah banyak aspek kehidupan kita.

Dari peralatan rumah tangga hingga kendaraan, dari peralatan medis hingga peralatan elektronik. Plastik mendominasi pasar dengan berbagai bentuk dan aplikasinya yang tak terbatas. Namun, kerusakan yang diakibatkan oleh plastik, terutama dalam bentuk sampah plastik yang berserakan di seluruh planet.

Yang mana telah menjadi ancaman ekologis yang semakin memprihatinkan. Di sisi lain, perubahan iklim merupakan tantangan besar lainnya yang telah memicu perubahan signifikan dalam kondisi lingkungan global. Peningkatan suhu rata-rata planet, kenaikan tingkat laut, kejadian cuaca ekstrem yang lebih sering, dan bencana alam semakin meresahkan.

Kedua masalah ini, meskipun tampaknya berdiri sendiri, memiliki keterkaitan yang kuat yang dapat ditemukan dalam dua hal utama. Dan pada ulasan ini, kami akan memberikan informasi mengenai apa saja keterkaitan yang perlu kalian perhatikan.

Proses Produksi Plastik

Pic. Google

Salah satu aspek keterkaitan antara plastik dan perubahan iklim yang perlu diperhatikan adalah proses produksi plastik. Proses ini dimulai dengan ekstraksi bahan baku, seperti minyak bumi, yang merupakan sumber utama untuk plastik. Ekstraksi dan pemrosesan minyak bumi ini memerlukan penggunaan besar energi fosil. Yang mana akan menghasilkan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2).

Selain itu, tahap manufaktur plastik juga melibatkan proses kimia yang mengeluarkan emisi gas rumah kaca. Dengan kata lain, setiap langkah dalam siklus hidup plastik ini berkontribusi pada peningkatan pemanasan global. Pengurangan ketergantungan kita pada plastik dan pengembangan metode produksi yang lebih ramah lingkungan.

Akan menjadi kunci dalam upaya mengurangi dampak negatif dari proses produksi plastik terhadap perubahan iklim global.

Emisi Gas Rumah Kaca dari Sampah Plastik

Pic. Freepik

Keterkaitan penting lainnya antara plastik dan perubahan iklim adalah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh sampah plastik. Ketika plastik yang tidak terurai mencemari tempat pembuangan sampah atau mencapai lautan. Proses dekomposisinya menghasilkan metana, gas rumah kaca yang jauh lebih kuat daripada karbon dioksida (CO2).

Emisi metana dari sampah plastik, terutama di tempat pembuangan sampah yang tidak sesuai, berdampak besar pada pemanasan global. Bahkan dalam kondisi terbaik, plastik memerlukan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai sepenuhnya, sehingga terus memuntahkan metana ke atmosfer. Dalam upaya mengurangi dampak ini, manajemen sampah yang lebih bijak, daur ulang yang efektif.

Dan penurunan penggunaan plastik sekali pakai menjadi langkah penting untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca dari sampah plastik.

Kebakaran Sampah Plastik

Pic. The Conversation

Keterkaitan antara plastik dan perubahan iklim juga terkait dengan praktik pembakaran sampah plastik. Di banyak tempat, khususnya di lokasi pembuangan sampah ilegal, sampah plastik sering kali dibakar sebagai metode pembuangan yang cepat dan mudah. Namun, pembakaran sampah plastik ini menghasilkan emisi gas rumah kaca yang merugikan serta polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Gas-gas beracun dan partikel mikro yang dilepaskan selama proses pembakaran tidak hanya mencemari udara, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pemanasan global. Dampak negatif ini tidak hanya terasa di tingkat lokal tetapi juga berperan dalam perubahan iklim secara global. Oleh karena itu, penghentian praktik pembakaran sampah plastik dan pencarian alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Dalam manajemen sampah menjadi langkah penting untuk mengurangi kontribusi plastik terhadap perubahan iklim.

Pencemaran Lautan dan Kerusakan Ekosistem

Pic. Freepik

Salah satu aspek keterkaitan yang sering diabaikan adalah pencemaran lautan oleh plastik dan dampaknya terhadap kerusakan ekosistem laut. Plastik yang mencemari lautan menjadi ancaman serius bagi kehidupan laut. Organisme laut seperti ikan, burung laut, dan mamalia laut sering kali mengkonsumsi plastik yang akhirnya mencemari rantai makanan.

Selain itu, plastik yang terbawa oleh arus laut dan menumpuk di wilayah-wilayah seperti “pusat sampah samudera”. Yang kemudian menciptakan lingkungan yang tidak hanya mengancam kehidupan laut tetapi juga mempengaruhi kemampuan alam untuk mengatur iklim. Ekosistem laut yang sehat adalah penyerap karbon yang signifikan, dan ketidakseimbangan dalam ekosistem ini mengganggu kemampuan alam untuk mengurangi karbon dioksida dari atmosfer.

Yang merupakan salah satu mekanisme penting dalam mengendalikan perubahan iklim global.